Pedoman Investasi Yang Aman - Catatan Rezky

Monday, April 29, 2019

Pedoman Investasi Yang Aman

Pedoman Investasi Yang Aman

Rupiah kembali tertekan hingga memasuki level Rp 14.527 per Dolar Amerika Serikat. Serem juga ya, padahal beberapa bulan yang lalu sempat di Rp 13.900-an. 

Gak menutup kemungkinan, mereka yang sudah beli saham sebelum peristiwa ini berlangsung jadi rugi.

Kendati demikian, masih ada beberapa instrumen investasi lain yang justru untung. Apakah ini adalah saat yang tepat untuk mengganti investasimu?

Jangan buru-buru, baca dulu ulasan lengkap di bawah ini.

1. Reksadana pasar uang pasti untung

Di tengah derasnya sentimen negatif yang meneror pasar saham dan obligasi, reksadana pasar uang justru bisa mencetak untung.

Infovesta juga merangkum top 5 reksadana pasar uang dengan return tertinggi.
 Beberapa di antaranya adalah Mega Dana Lancar (4,64 persen), Capital Sharia Money Market (0,78 persen), Sucorinvest Sharia Money Market Fund (0,64 persen), Prospera Dana Lancar (0,60 persen), dan Indosterling Pasar Uang (0,59 persen).

Wajar, aset-aset investasi dalam reksadana pasar uang adalah deposito

2. P2P lending juga gak terpengaruh 

Selain reksadana pasar uang, investasi yang satu ini juga gak akan terpengaruh oleh demonstrasi di Jakarta. Mengapa? Karena peran investor di platform ini adalah sebagai orang yang “meminjamkan” dana ke orang lain.

Risiko yang ada di investasi ini tentunya adalah kredit macet karena si peminjam gak sanggup bayar cicilan. Namun rasio kredit macet tentunya bisa diketahui lewat informasi situs-situs ini.

Selama situs P2P lending yang kamu tuju diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka gak perlu ragu untuk investasi di sana. Untungnya pun bisa di atas 10 persen.

3. Jadilah yang diuntungkan ketika pasar modal lagi gak menentu

Sejatinya, efek dari melemahnya IHSG dan menguatnya Dollar adalah sementara. Ini disebabkan karena sentimen-sentimen negatif yang membuat banyak orang panik.

Oleh karena itu, mereka berbondong-bondong menarik investasinya hingga harga saham-saham di bursa jadi terkoreksi.

Menanggapi situasi ini, kamu gak perlu panik. Jadilah orang yang diuntungkan di saat orang lain panik. Emangnya bisa?

Ketika seluruh harga saham turun, mestinya ini jadi peluang yang tepat untuk membelinya. Jika sudah kadung beli sebelum harga turun, beli lagi saja juga gak apa-apa, kerugianmu tentu bakal berkurang.

Ketika IHSG sudah bergerak normal kembali, maka kamu bakal merasakan keuntungan yang lebih besar lagi.

Tidak perlu cut loss, kecuali saham yang kamu pegang adalah saham gorengan. Bersabarlah, karena di akhir tahun masih ada peluang window dressing.

4. Jangan rakus
Bila memang saham adalah pilihan investasimu saat ini, karena kamu ingin menjadi pihak yang diuntungkan ketika IHSG menurun, maka bijaklah dalam membelinya.

Risiko penurunan harga masih ada seiring dengan masih memburuknya situasi di Jakarta. Beli pelan-pelan saja, dan fokuskan perhatianmu pada saham yang mau menebar dividen sebentar lagi.

Itulah pedoman investasi yang kiranya cukup aman di saat situasi yang gak menentu saat ini. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment