Batasan Menggunakan Santan Dalam Masakan - Catatan Rezky

Wednesday, July 11, 2018

Batasan Menggunakan Santan Dalam Masakan


Batasan Menggunakan Santan Dalam Masakan

Siapa yang tidak kenal dan menggemari makanan olahan santan? Rendang, gulai merupakan beberapa makanan olahan santan yang menjadi primadona masyarakat. Tapi tahukan anda apa gizi yang terkandung di dalam santan?

Dosen Gizi Stikba Jambi Nurfarida Rahmawati, S.Gz, Dietizien, menjelaskan santan merupakan hasil ekstraksi dari kelapa yang sudah diparut. Baik dipakai air atau tidak, kelapa yang diparut pada dasarnya akan menghasilkan santan.

"Bedanya, kalau tidak pakai air jadi santan kental sedangkan pakai air menjadi santan encer," katanya beberapa waktu lalu.

Dalam makanan, santan berfungsi untuk menambah citarasa. Baik aroma, kegurihan makanan maupun tekstur. Selain itu santan juga bisa menambah nilai gizi karena kandungan lemak yang cukup banyak di dalamnya.

"Dalam 100 gram santan mengandung sekitar 229 kalori. Efeknya buat tubuh menjadi sumber lemak," kata Nurfarida.

Maka manfaat lemak yang didapat seperti pelarut vitamin A, D dan K. Selain itu, lemak juga tentu sebagai sumber energi dan sebagai bantalan orang-organ tubuh lainnya seperti jantung.

Namun ternyata dalam santan juga mengandung asam lemak jenuh, Meski tidak dilarang untuk mengonsumsi santan, namun Nurfarida menyarankan agar pemakaiannya tidak berlebihan. "Yang mana memiliki efek samping jika terlalu banyak dikonsumsi bisa meningkatkan kolesterol dalam darah," katanya.

Dikutip dari berbagai sumber di balik rasanya yang gurih, kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, membuat santan menjadi bahan makanan yang kurang ideal untuk menjaga berat badan.

Santan kental memberikan asupan kalori yang cukup tinggi, yaitu sekitar 700 kilo kalori per 250 cc (semangkuk kecil) atau 50-60 kilo kalori per sendok. Jadi, bila Anda sedang dalam program menurunkan berat badan, sebaiknya hindari makanan yang mengandung santan.

Selain itu kombinasi asam lemak jenuh dan lemak trans dalam santan, berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Kondisi ini melipatgandakan ancaman munculnya gangguan kesehatan seperti stroke dan serangan jantung. Penggunaan santan encer memang bisa sedikit membantu mengurangi sifat kurang sehatnya, tapi pengaruhnya akan tetap sama dalam waktu lama.

Selain kandungan lemak yang cukup tinggi, masyarakat sebagai konsumen juga mesti teliti dan pintar untuk mengkonsumsi santan, apalagi santan yang instan.

Hal ini untuk menghindari mengkonsumsi santan yang dicampur dengan bahan kimia pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.

Penggunaan bahan tambahan pada pangan sebenarnya sah-sah saja, hanya saja penggunaannya mesti seseuai dengan ketentuan."Dalam hal ini ada permenkes terkait bahan tambahan pangan tersebut yaitu no 33 tahun 2013 Contoh asam benzoat pada produk tertentu itu dibolehkan," Kepala BPOM Provinsi Jambi Ujang Supriyatna.

No comments:

Post a Comment