Penjelasan Ilmiah Astrologi - Catatan Rezky

Tuesday, March 13, 2018

Penjelasan Ilmiah Astrologi

Penjelasan Ilmiah Astrologi

Hampir tiap hari pastinya kamu akan melihat sebuah artikel “Zodiak hari ini” yang memberikanmu info peruntunganmu. Terlepas percaya atau tidak, tidakkah kalian bertanya-tanya bagaimana bisa zodiak hadir di tengah-tengah kita?

Apa hubungannya perbintangan dengan personalisasi? Sejauh apa perbedaan astrologi dan astronomi? Ini penjelasan tentang masalah zodiak tersebut.

1. Ilmu perbintangan sudah digunakan oleh manusia sejak dari dulu

Manusia sedari dulu sudah memiliki sejarah kuat dengan ilmu perbintangan. Petani zaman dulu di peradaban mesir kuno menggunakan langit sebagai kalender untuk melihat kapankah Sungai Nil akan meluap.

Para pelancong melihat langit sebagai kompas untuk menentukan arah tujuan mereka. Masih banyak lagi ilmu lainnya dan salah satunya adalah astrologi itu sendiri.

2. Ilmu peramalan tidak diketahui secara pasti ilmunya datang dari mana

Seorang astronomer dari NASA Sten Odenwald mengatakan jika pihak NASA pernah menemukan semacam dokumentasi tentang ilmu yang berhubungan dengan energi dan roh. Dokumentasi itu tergambar di dinding goa. Mereka tidak tahu dari mana pemikiran itu datang, namun itu membuktikan orang zaman dulu sudah memiliki ide tentang ramalan yang dilihat dari alam dan mempelajarinya dengan baik-baik.

3. Ramalan itu dilakukan di berbagai daerah dan dipercaya berhubungan dengan para dewa

Di peradaban Cina kuno, para bangsawan melihat gerhana bulan atau matahari sebagai tanda momen baik atau buruk bagi rajanya. Di Sumaria dan Babilonia, ramalan melihat bintang digunakan untuk mengetahui lokasi dewa-dewa yang bersemayam di langit.

Hal yang sama juga turut dilakukan oleh mereka yang hidup di zaman Mesir kuno. Itu semua dikarenakan pada astronomi di zaman dahulu tidak sepenuhnya memahami kondisi bumi dan bagaimana caranya berputar.

4. Bagi NASA, astrologi tidak berhubungan dengan ilmu pengetahuan

Ada perbedaan yang cukup jauh dari astronomi dengan astrologi. Astronomi didefinisikan sebagai sebuah studi ilmu pengetahuan tentang apapun yang ada di luar angkasa.

Sedangkan astrologi adalah ramalan yang didasarkan pada benda-benda luar angkasa di mana kedudukan benda langit itu sedikit banyak mempengaruhi kepribadian kita. Namun para astronomer mempercayai jika bintang di langit tidak memiliki efek apapun terhadap aktivitas manusia di bumi.

5. NASA tetap mendeskripsikan astrologi sebagai ramalan yang didasari posisi bintang dan planet

Berikut ini adalah penjelasan yang diambil dari spaceplace.nasa.gov:

    “Bayangkan sebuah garis lurus yang ditarik dari Bumi melalui Matahari dan keluar ke ruang angkasa di luar tata surya kita di mana bintang-bintang berada. Lalu, bayangkan Bumi mengikuti orbitnya mengelilingi Matahari. Garis imajiner ini akan berputar, menunjuk ke bintang-bintang yang berbeda sepanjang satu perjalanan penuh mengelilingi Matahari - atau, satu tahun. Semua bintang yang terletak dekat dengan cakram datar imajiner yang tersapu oleh garis imajiner ini dikatakan berada di zodiak. Rasi bintang di zodiak hanyalah rasi bintang yang garis lurus imajiner ini tunjukkan dalam perjalanan selama setahun.”

6. Zodiak yang kita kenal sekarang diambil dari jaman Babilonia

Orang-orang Babilon sudah membagi zodiak menjadi 12 sejak 1500 tahun sebelum masehi. Namun di kala itu namanya belum seperti sekarang. Masih The Lion, The Scales, The Great Twins. Barulah memasuki masa Yunani kuno, rasi bintang itu diterjemahkan menjadi seperti di zaman sekarang. Bahkan istilah zodiak sendiri diperkenalkan di Yunani kuno yang berarti figur hewan yang terpahat.

Adapun zodiak-zodiak tersebut adalah Aries (21 Maret -19 April), Taurus (20 April-20 Mei), Gemini (21 Mei-20 Juni), Cancer (21 Juni-22 Juli), Leo (23 Juli-22 Agustus), Virgo (21 Agustus-22 September), Libra (23 September-22 Oktober), Scorpio (23 Oktober-21 November), Sagittarius (22 November-21 Desember), Capricorn (22 Desember-19 Januari), Aquarius (20 Januari- 18 Februari) dan Pisces (19 Februari-20 Maret). Semua ini tercatat di buku bernama Tetrabiblos karya Ptolemy.

7. Pembagian zodiak ini bisa diibaratkan sebagai pizza yang dipotong sama rata menjadi 12 bagian

Masing-masing zodiak ini memiliki lebar 30 derajat, menjadikan setiap zodiak memiliki waktu yang sama. Jika di zaman dulu, pembagian zodiak ini dihitung berdasarkan pergantian musim. Sebagai contoh mereka yang lahir saat hari pertama musim semi adalah Aries dan setelah itu zodiak lainnya mengikuti waktu dalam satu tahun tersebut.
8. Sebenarnya zodiak ada 13, bukan 12
Bisakah Kita Percaya Astrologi dan Zodiak? Ini 11 Penjelasan Ilmiahnyabustle.com

Zodiak ke-13 bernama Ophiuchus. Zodiak yang dilambangkan dengan orang yang menunggangi seekor ular ini dihapuskan di zaman Babilonia tanpa diketahui penyebab pastinya. Diperkirakan nama Opiuchus dihapus dikarenakan menyusahkan perhitungan. Bahkan untuk kebudayaan lain, zodiak mampu mencapai 24 tanda.

No comments:

Post a Comment